Skip to main content

Bentrok Antara Warga dan Karyawan PT Agricinal Pecah, Beberapa Warga Luka

Bentrokan antara warga dan karyawan PT Agricinal, perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, terjadi pada pagi hari kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Foto: Tangkapan layar video amatir warga/Siberbengkulu.co

 

Bengkulu Utara, Siberbengkulu.co -- Bentrokan antara warga dan karyawan PT Agricinal, perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, terjadi pada pagi hari kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Puluhan karyawan perusahaan mendatangi kelompok warga yang sedang melakukan pemblokiran jalan menuju perusahaan, yang kemudian memicu ketegangan dan aksi dorong. Bentrokan tersebut akhirnya pecah, mengakibatkan beberapa warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka-luka.

Kejadian ini bermula ketika warga, yang telah beberapa hari melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes, tetap bertahan di lokasi. Pagi itu, puluhan karyawan PT Agricinal datang menemui massa untuk menyelesaikan masalah, namun situasi berubah tegang. 

Setelah aksi saling dorong, bentrokan antara massa yang menamakan diri Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP) dan karyawan perusahaan tak terhindarkan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi masih memanas. Warga yang terlibat bentrokan bergerak menuju pintu masuk PT Agricinal dan berhadap-hadapan dengan pihak perusahaan. Sosri, Ketua FMBP, menyampaikan dugaan adanya provokasi yang memicu kedatangan karyawan tersebut ke lokasi. 

"Kami tidak memiliki masalah dengan karyawan, tetapi dengan manajemen PT Agricinal. Kami meminta agar pihak yang memprovokasi segera diusut," tegasnya.

Bentrokan ini terjadi setelah sebelumnya, pada Jumat lalu, telah dilakukan mediasi antara perusahaan dan masyarakat yang difasilitasi oleh Pemda Bengkulu Utara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Meskipun perusahaan telah menunjukkan sertifikat lahan secara daring, warga tetap menuntut kejelasan tentang batas lahan, termasuk lahan yang sudah dibebaskan untuk masyarakat. Karena tuntutan tersebut belum dipenuhi, warga tetap melanjutkan pemblokiran jalan hingga keributan pecah.

Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah selanjutnya terkait kejadian ini.

 

Reporter: Herdianson 

Editor: M Ichfan Widodo 

Tags

Baca juga ...