Penjualan Aksesoris Natal di Bengkulu Turun Hingga 50%
Kota Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Menjelang perayaan Natal 2024, sejumlah pedagang aksesoris di Bengkulu mengaku mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Priska Simanjuntak (42) salah satu pemilik toko, menyebutkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang melemah.
“Tahun ini berkurang dibandingkan tahun kemarin, karena daya beli berkurang,” ujarnya pada Selasa (17/12/2024).
Menurut Priska, pihaknya sudah mulai mempersiapkan berbagai aksesoris Natal seperti pohon Natal, lampu hias, dan topi sejak awal November. Namun, hingga pertengahan Desember, penjualan masih jauh dari harapan.
Biasanya, aktivitas belanja meningkat pada pertengahan hingga akhir November, tetapi tahun ini penjualan turun drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunannya sangat signifikan, bisa separuh atau 50 persen dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin itu penjualannya di atas Rp10 juta,” tambah Priska.
Meskipun demikian, Priska tetap optimis dan menargetkan penjualan hingga Rp10 juta untuk Natal tahun ini.
“Kita tetap semangat menyambut Natal ini dan optimis mentargetkan penjualan sampai 10 juta,” ucapnya.
Toko Puncak sendiri menyediakan beragam aksesoris Natal, mulai dari lampu-lampu hias, topi, hingga pohon Natal. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp10.000 untuk aksesoris kecil, Rp7.000 untuk topi, serta pohon Natal yang dibanderol dari Rp300.000 untuk ukuran kecil hingga Rp2.000.000 untuk ukuran besar.
Penurunan daya beli masyarakat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang menjelang perayaan Natal di Bengkulu tahun ini.
Reporter: Lentera Nindya M
Editor: M Ichfan Widodo
- 250066 views
