Skip to main content

Perahu Karam di Pantai Harapan, Satu Nelayan Tewas, Dua Lainnya Selamat

Perahu Karam di Pantai Harapan, Satu Nelayan Tewas, Dua Lainnya SelamatPerahu Karam di Pantai Harapan, Satu Nelayan Tewas, Dua Lainnya Selamat. Foto: Burhasin/Siberbengkulu.co

 

Bengkulu Tengah, Siberbengkulu.co -- Sebuah perahu yang membawa tiga orang nelayan mengalami kecelakaan saat diterjang ombak besar di Pantai Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, pada Rabu (11/12). Akibat insiden tersebut, satu orang nelayan dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, ketika korban, Sarman bersama dua rekannya, Hermanto dan Sahri, berangkat melaut untuk mencari ikan. Namun, sekitar pukul 07.00 WIB, ketika perahu mereka berada sekitar 200 meter dari pantai, gelombang besar datang dan menggulingkan perahu.

Sarman yang berusaha berenang menuju pantai, sementara dua rekannya, Hermanto dan Sahri, berhasil bertahan dengan menggantungkan diri pada kayu yang lepas dari perahu. Mereka pun terbawa arus ke tengah laut dan meminta pertolongan kepada kapal lain yang kebetulan melintas, yang dihuni oleh Yakuri, Sudirman, dan Samsul.

Ketiga orang yang berada di kapal tersebut segera memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan Hermanto dan Sahri, membawanya ke pantai. Namun, setelah berada di darat, mereka baru menyadari bahwa Sarman masih berada di tengah laut. Mereka pun kembali ke laut untuk mencari korban.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Sarman akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar 50 meter dari lokasi kapal terbalik. Ia langsung dievakuasi ke pantai dan dilarikan ke Puskesmas Pekik Nyaring. Sayangnya, nyawa Sarman tidak dapat diselamatkan.

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP. Dedi Wahyudi, melalui Kapolsek Pondok Kelapa, Iptu. Muhammad Nabil, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. 

"Kami masih mendalami penyebab pasti kejadian ini," ujar Iptu. Nabil.

Kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya yang dapat terjadi di laut, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di wilayah yang rawan gelombang besar.

 

Reporter: Burhasin

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...