Skip to main content

Produksi Padi di Bengkulu Jauh di Bawah Target, Dampak El-Nino Jadi Penyebab Utama

Produksi Padi di Bengkulu Jauh di Bawah Target, Dampak El-Nino Jadi Penyebab Utama. Foto: Mita/Siberbengkulu.co

Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Produksi padi di Provinsi Bengkulu hingga saat ini baru mencapai 20.538 ton gabah kering giling (GKG), jauh dari target yang telah ditetapkan untuk tahun 2024, yakni 292.715 ton. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, mengungkapkan bahwa kegagalan mencapai target tersebut sebagian besar disebabkan oleh dampak fenomena El-Nino yang berlangsung sejak 2023 hingga pertengahan 2024.

"Fenomena cuaca ini mengakibatkan pergeseran waktu tanam dan menurunkan produktivitas lahan padi," jelas Rosmala Rabu (11/12). 

Dampak dari El-Nino sangat dirasakan oleh para petani, terutama terkait dengan kekurangan air yang mempengaruhi pematangan tanaman padi.

Selain itu, sejumlah permasalahan lain juga memperburuk keadaan. Kekeringan menyebabkan puso di 35 hektare lahan di Kabupaten Bengkulu Selatan, sementara banjir bandang merusak 178 hektare lahan di Kabupaten Lebong. Tak hanya itu, serangan hama juga mengakibatkan kerusakan pada 5 hektare lahan di Kabupaten Bengkulu Tengah.

"El-Nino menyebabkan kekurangan air yang memengaruhi pematangan tanaman padi, sehingga hasil panen menjadi tidak optimal," kata Rosmala.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pemberian bantuan benih padi melalui dana APBD Provinsi untuk lahan seluas 1.000 hektare, dan dari dana pusat untuk lahan seluas 27.671 hektare.

Selain itu, program padi biofortifikasi yang didukung oleh dana provinsi dan pusat juga telah dilaksanakan, mencakup total luas lahan lebih dari 12.000 hektare.

Meskipun menghadapi tantangan yang besar, Rosmala Dewi tetap optimis bahwa langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan produksi padi di masa depan.

 "Ke depan, sangat penting untuk ada kerja sama antara semua pihak guna mengatasi dampak perubahan iklim, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu," tutupnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dapat terus meningkatkan upaya untuk memastikan ketahanan pangan di daerah ini meski menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang berat.

 

Reporter: Rahmita Dwi Kurnia 

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...