Skip to main content

Stop Bullying di Kalangan Remaja

Stop Bullying di Kalangan Remaja, (Foto: Ilustrasi Alodokter)

Rejang Lebong, Siberbengkulu.co -- Banyaknya kasus bullying mulai anak-anak hingga remaja, terutama di dalam lingkup pendidikan. Kasus bullying seperti ini tak hanya dapat melukai mental dan fisik korban tetapi juga sampai menyebabkan kematian.

Adapun kasus bullying yang sering terjadi di Rejang Lebong salah satunya dalam video yang dilihat detikSumbagsel, korban dikeroyok oleh sekelompok remaja. Remaja tersebut dianiaya. Terlihat juga ada remaja lain yang merekam aksi kekerasan tersebut. Sebelum membahasnya lebih lanjut, mari pahami lebih dalam tentang bullying.

Bullying atau perudungan adalah suatu bentuk tindak penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang lebih berkuasa atau lebih kuat terhadap orang lain yang dilakukan secara sengaja. Tindak kekerasan ini dilakukan baik secara verbal, nonverbal, ataupun kontak fisik langsung.

Tindakan ini bukanlah suatu perbuatan yang dilakukan sesekali saja, tetapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan pola perilaku. Perilaku ini juga dapat diidentifikasi atas tiga karakteristik utama, yakni kesengajaan, pengulangan, dan perbedaan jenjang kekuasaan.

Bahkan bullying sudah terjadi beberapa kali dalam kurun waktu setahun terakhir. Kasus ini menimpa korban di bawah umur dan sampai menyebabkan trauma bahkan luka berat. Contohnya saja pelajar di Rejang Lebong di-bully hingga alami patah tulang, penganiayaan. Dampak terparahnya lagi, sebagian dari korban bullying ini bisa bertindak nekat untuk melukai dirinya sendiri bahkan sampai bunuh diri.

Langkah dalam menindaklanjuti, dan membantu penanganan korban yang mengalami tindak kekerasan ini. Kamu dapat membantu beberapa korban yang mengalami bullying dengan beberapa cara berikut ini.

1. Mengenali kondisi dan perubahan karakter pada anak
2. Tunjukkan sikap empati
3. Bersifat lebih terbuka dan berkomunikasi lebih intens
4. Temui pihak pelaku dan keluarganya
5. Minta bantuan kepada pihak ketiga
6. Ajarkan anak untuk membela diri dan tidak mem-bully sesama ataupun balas dendam

Sebagai masyarakat berupaya terlebih dahulu untuk mencegah tindak kekerasan ini agar tidak terjadi. Upaya mencegah bullying ini dapat diterapkan mulai dari diri anak itu sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pencegahan tersebut dapat dimulai dengan,

1. Ajarkan anak tentang bullying, mengontrol emosi, dan memilih lingkungan bermain yang tepat

2. Bangun lingkungan keluarga yang penuh dengan kasih sayang, sikap terbuka, dan komunikasi yang baik

3. Ciptakan aturan dan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan bermain ataupun belajar

4. Ciptakan kelompok yang peduli terhadap sesama

5. Berikan sosialisasi dan pendidikan rutin mengenai bullying kepada anak-anak dan remaja
Itulah ampak dan cara mencegah serta menangani kasus bullying yang terjadi di sekitar kita. Jika kita melihat kasus ini di sekitar kita, jangan ragu untuk mengambil tindakan penanganan langsung, baik itu untuk pihak korban ataupun menegur dan melaporkan pelaku kepada pihak bertanggung jawab lainnya.

 

Editor: M Ichfan Widodo 

Reporter : Pingki Nopsa

Baca juga ...