Skip to main content

Kenali Faktor Risiko Kanker Ovarium

Kenali Faktor Risiko Kanker Ovarium. (Foto: Ilustrasi)

 

Ragam, Siberbengkulu.co -- Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berkembang di ovarium, yaitu organ reproduksi wanita yang menghasilkan sel telur. Penyebab pasti kanker ovarium tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit ini. Beberapa faktor tersebut meliputi:

1. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Mutasi genetik, terutama pada gen BRCA1 dan BRCA2, sangat meningkatkan risiko kanker ovarium. Riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara juga dapat meningkatkan risiko.

2. Usia

Risiko kanker ovarium meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause. Sebagian besar kasus terjadi pada wanita di atas 50 tahun.

3. Riwayat Reproduksi dan Kesuburan 

Wanita yang tidak pernah hamil atau memiliki masalah kesuburan cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, menstruasi dini atau menopause terlambat juga dapat meningkatkan risiko.

4. Terapi Hormon Pasca-Menopause 

Penggunaan terapi hormon setelah menopause, terutama terapi estrogen saja (tanpa progesteron), dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

5. Endometriosis

Kondisi di mana jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

6. Faktor Gaya Hidup

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas, diet tinggi lemak, dan merokok mungkin berkontribusi pada peningkatan risiko.

7. Paparan Asbes

Paparan asbes, yang kadang-kadang ditemukan dalam lingkungan kerja tertentu, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ovarium.

8. Riwayat Kanker Pribadi

Wanita yang pernah mengalami kanker payudara, rahim, atau usus besar juga memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan kanker ovarium.

Meskipun faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko, tidak semua wanita dengan faktor risiko akan mengembangkan kanker ovarium, dan beberapa wanita yang mengembangkan kanker ovarium mungkin tidak memiliki faktor risiko yang jelas. Skrining rutin dan perhatian terhadap gejala awal dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan penyakit ini.

 

Editor: M Ichfan Widodo 

Reporter : Rahmita Dwi Kurnia  

Baca juga ...