Skip to main content

Kenali Tanda-tanda Janin Tidak Berkembang

Ilustrasi perut kram, salah satu tanda janin tidak berkembang. Foto: Mita/Siberbengkulu.co

 

Ragam, Siberbengkulu.co -- Janin tidak berkembang sering kali diartikan sebagai kondisi ketika janin tidak tumbuh sesuai usianya. Faktanya, anggapan tersebut tidak benar. Istilah janin tidak berkembang pun sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Dalam ilmu medis, janin tidak berkembang merujuk pada kondisi hamil kosong atau blighted ovum.

Dalam kondisi hamil kosong (blighted ovum), ibu tetap bisa mengalami atau merasakan tanda-tanda hamil, seperti berhentinya menstruasi, mual, muntah, hasil test pack positif, muncul flek darah, kram perut, serta payudara yang terasa membesar dan lebih keras.

Sel-sel dalam plasenta pun menghasilkan hormon hCG atau hormon kehamilan, yaitu ketika kadar hormon ini tetap meningkat meski embrio tidak berkembang. Gejala hamil kosong umumnya hampir mirip dengan keguguran, berikut di antaranya:

1. Muncul Bercak atau Perdarahan dari Vagina

Seperti halnya kondisi keguguran, janin tidak berkembang juga dapat menyebabkan perdarahan berupa gumpalan darah atau jaringan yang keluar dari vagina. Namun, bisa juga keluar dalam bentuk bercak darah berwarna cokelat kemerahan.

2. Perut Kram

Kram perut di masa awal kehamilan dapat menjadi salah satu tanda hamil kosong (blighted ovum). Posisi kram perut dapat bervariasi, bisa di area perut bagian bawah atau pinggul. Tingkat keparahan nyeri akibat kram perut pun juga bisa berbeda-beda, mulai dari nyeri ringan atau seperti saat menstruasi, hingga nyeri hebat seperti saat kontraksi persalinan.

3. Penurunan Kadar hCG

Hormon hCG adalah hormon kehamilan yang diproduksi oleh jaringan plasenta muda setelah hasil pembuahan menempel di dinding rahim, dan kadar hormon ini akan mencapai puncaknya pada usia kehamilan minggu ke-8–10. Jika embrio tidak berkembang, kadar hormon hCG dalam tubuh akan tetap ada dan meningkat untuk sementara waktu, namun selanjutnya akan menurun dan gejala kehamilan pun menghilang.

4. Detak Jantung Bayi Tidak Terdeteksi

Detak jantung janin umumnya dapat dideteksi pada usia kehamilan minggu ke-6 melalui USG transvaginal atau menggunakan USG doppler di usia kehamilan minggu ke-12. Jika pada usia tersebut tidak terdengar detak jantung bayi, kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa janin tidak berkembang.

5. Tidak Ada Embrio

Tanda utama hamil kosong adalah tidak adanya embrio pada hasil pemeriksaan USG. Normalnya, hasil USG akan memperlihatkan kantong ketuban berisi embrio. Namun pada hamil kosong, hanya terdapat gambar kantong ketuban tanpa embrio di dalamnya. 

Janin tidak berkembang atau hamil kosong (blighted ovum) sering dikaitkan dengan pertumbuhannya yang terhambat. Penyebabnya bisa terjadi karena adanya kelainan kualitas sperma atau sel telur yang tidak baik, selain itu bisa dipicu karena konsumsi alkohol hingga efek samping obat-obatan.

 

Reporter : Rahmita Dwi Kurnia 

Editor: M Ichfan Widodo 

Tags

Baca juga ...