Skip to main content

Ambulance Program Gubernur Helmi Hasan di Mukomuko Menuai Kekecewaan

Ambulance Program Gubernur Helmi Hasan di Mukomuko Menuai Kekecewaan. Foto: JFS/Siberbengkulu.co

 

Mukomuko, Siberbengkulu.co - Program bantuan mobil ambulance "Bantu Rakyat" dari Pemerintah Provinsi Bengkulu menuai kritik di Kabupaten Mukomuko. Sejumlah kepala desa menilai pembagian kendaraan tersebut tidak tepat sasaran dan berpotensi menimbulkan kecemburuan antar desa.

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan V Koto yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa distribusi mobil ambulance dinilai tidak mempertimbangkan skala prioritas maupun jarak akses masyarakat ke fasilitas kesehatan.

“Misalnya di Kecamatan V Koto, yang mendapat ambulance justru desa yang jaraknya hanya 300–500 meter dari puskesmas. Padahal ada desa yang berjarak lebih dari 10 km dan belum pernah memiliki ambulance, malah tidak mendapatkannya. Mekanisme penyaluran ini terasa sangat tidak transparan,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Kepala Desa Manjuto Jaya, Yasir. Ia menyayangkan penempatan ambulance di Kecamatan Air Manjuto yang dianggap tidak sesuai asas kepentingan umum.

 “Di Desa Manjuto Jaya dan Sinar Jaya, jarak ke puskesmas cukup jauh dan belum ada satu pun ambulance. Namun yang justru mendapat bantuan adalah Desa Agung Jaya, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari puskesmas maupun RSUD. Bahkan di sana sudah ada beberapa ambulance dari organisasi seperti LAZISNU. Ini jelas tidak adil, meskipun program ini katanya bertahap,” jelas Yasir.

Yasir menambahkan, keberadaan ambulance sangat penting untuk kondisi darurat di desanya maupun desa tetangga. Saat ini, hanya dua desa di Kecamatan Air Manjuto yang belum memiliki ambulance, yaitu Manjuto Jaya dan Sinar Jaya.

“Kami tidak berharap ada warga sakit, tetapi jika ada kondisi darurat, keberadaan ambulance sangat dibutuhkan. Seharusnya penempatan dilihat dari kebutuhan nyata, bukan kedekatan,” tegasnya.

Selain itu, beberapa kepala desa juga menyoroti adanya perubahan penerima bantuan secara tiba-tiba. Ada desa yang sebelumnya telah mengisi data kesanggupan pengelolaan ambulance dan ditunjuk sebagai penerima, namun kemudian dialihkan ke desa lain tanpa penjelasan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar.

Masyarakat dan para kepala desa berharap Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, segera mengevaluasi kembali penyaluran program ambulance tersebut agar tidak menimbulkan polemik. Bahkan beredar kabar, pembagian bantuan ini diduga dipengaruhi oleh kepentingan oknum tertentu yang disebut-sebut sebagai bagian dari tim sukses. (JFS)

 

Baca juga ...