Skip to main content

Pemdes Lubuk Sanai I Gagas Bank Sampah Terpadu, Menuju Desa Zero Sampah Berkelanjutan

Pemdes Lubuk Sanai I Gagas Bank Sampah Terpadu, Menuju Desa Zero Sampah Berkelanjutan

 

Mukomuko, Siberbengkulu.co — Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Sanai I bersama BPD, BUMDes, pendamping desa, serta dihadiri Camat XIV Koto menggelar rapat teknis penyusunan Raperdes Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi, Zero Sampah Berkelanjutan dan Bernilai Ekonomis, Rabu (26/11/2025).

Langkah ini menjadi tonggak awal lahirnya strategi pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular yang melibatkan penuh masyarakat desa.

Sekretaris Desa Andi Saputra, mewakili Kepala Desa Lubuk Sanai I Mutriadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung gagasan besar menuju desa zero sampah. Ia menekankan urgensi pengelolaan sampah inovatif di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga.

“Jika satu rumah menghasilkan satu kantong sampah per hari, maka potensi sampah sangat besar. Ini harus kita ubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.

Melalui Raperdes ini, Pemdes menargetkan pembentukan Bank Sampah Terpadu yang dikelola BUMDes atau unit khusus. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan maggot, sementara sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan besi akan dipilah untuk dikelola secara ekonomis.

Pemdes juga telah melakukan sosialisasi melalui kuisioner ke masyarakat untuk memastikan dukungan penuh terhadap program ini.

Camat XIV Koto, Singgih Pramono, menegaskan bahwa Lubuk Sanai I diproyeksikan menjadi pilot project penanganan sampah terpadu di kecamatan.

“Target zero sampah hanya bisa tercapai jika masyarakat ikut aktif. Bank sampah terpadu adalah solusi konkret yang harus kita dorong,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan siap terlibat langsung dalam pendampingan, edukasi, hingga penyediaan fasilitas melalui skema CSR maupun dukungan Pemda.

Pengamat lingkungan, Babul Hairin, turut mengapresiasi langkah progresif Pemdes Lubuk Sanai I.

“Jika dikelola konsisten, program ini bisa menjadi sumber pendapatan desa sekaligus membuka lapangan kerja. Ini awal gerakan berkelanjutan di mana sampah tidak lagi masalah, tetapi potensi ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (JFS)

 

Baca juga ...