Skip to main content

Peran Komunikasi Massa dalam Menolak Politik Uang dan Menciptakan Pemilih Berintegritas

Money Politic, (Foto: Ilustrasi Anisa Wulandari)

 

Ragam, Siberbengkulu.co -- Komunikasi massa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membentuk sikap, perilaku, dan opini publik. Melalui berbagai fungsi yang dimilikinya, komunikasi massa tidak hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai proses demokrasi. 

Salah satu bentuk demokrasi adalah Pemilu (Pemilihan Umum) yang dimana ini merupakan kesempatan rakyat dalam memilih pemimpin atau wakil mereka secara langsung. Namun, tantangan dalam  pemilu adalah politik uang dan di sinilah peran komunikasi massa menjadi sangat penting dan memiliki kontribusi besar dalam membentuk pemilih yang berintegritas.

Media massa berfungsi sebagai penyampai informasi yang objektif dan akurat. Dalam kaitannya dengan politik uang, fungsi informasi yang di sampaikan media membantu masyarakat untuk memahami dampak negatif dari praktik tersebut. Dengan mudahnya mengakses informasi saat ini, masyarakat dapat mengetahui bagaimana politik uang merusak proses demokrasi dan menyebabkan terpilihnya pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu daripada kepentingan masyarakat. 

Informasi yang disampaikan melalui media juga mendorong dan membuka mata publik untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin yang berintegritas.

Setelah terbentuknya pemahaman masyarkat tentang isu tersebut , media juga berperan penting dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi melalui fungsi transmisi. Melalui perannya,  media dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya kejujuran dan integritas dalam proses pemilu. 

Dengan menyampaikan pesan ini secara terus-menerus, media berkontribusi dalam membentuk budaya politik yang sehat, di mana pemilih menolak politik uang dan lebih mendukung calon yang memiliki visi dan misi yang jelas serta peduli pada masyarakat.

Selain itu, media juga berperan sebagai alat pengawasan dalam proses pemilu. Peran  ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa praktik politik uang tidak dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan. 

Melalui peliputan yang lebih mendalam, media dapat mengawasi jalannya pemilu dan melaporkan segala bentuk pelanggaran atau kecurangan yang terjadi, termasuk politik uang. Dengan adanya pengawasan dari media, para pelaku politik yang terlibat dalam kecurangan ini dapat terungkap dan masyarakat menjadi lebih waspada terhadap bentuk-bentuk manipulasi mungkin akan terjadi.

Namun, peran media tidak hanya sebatas pengawasan. Fungsi persuasi juga berperan penting dalam membentuk pandangan masyarakat. Melalui berbagai artikel, iklan layanan masyarakat, atau aktivitas penyuluhan, media berusaha mempengaruhi pemilih agar menolak politik uang. 

Pesan yang disampikan bersifat membujuk ini, dirancang sedemikian rupa agar masyarakat lebih peduli terhadap kemampuan dan visi-misi calon, bukan hanya pada iming-iming uang atau hadiah. Dengan adanya ini, media massa dapat mendorong masyarakat untuk bersikap lebih kritis dan bertanggung jawab dalam memilih.

Di sisi lain, media juga dapat memanfaatkan fungsi hiburan untuk menyampaikan pesan-pesan penting. Meskipun politik uang adalah isu yang serius, media dapat menarik perhatian publik dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, melalui program televisi yang diselingi dengan humor atau iklan kreatif, media dapat menyampaikan  pesan moral tentang pentingnya menolak politik uang. Dengan cara ini, masyarakat lebih mudah menerima pesan tanpa merasa tertekan oleh isu yang serius.

Selain itu, peran korelasi dalam komunikasi massa berfungsi untuk menghubungkan berbagai bagian dari masyarakat, seperti pemilih, pemerintah, dan lembaga pengawas seperti Bawaslu. Melalui media, pemilih dapat mengetahui tindakan yang diambil oleh lembaga pengawas dalam menangani pelanggaran politik uang. Peran ini menciptakan hubungan antara masyarakat dan lembaga negara, sehingga proses pemilu berjalan lebih transparan dan adil.

Terakhir, peran pewaris lokal dalam komunikasi massa berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai kejujuran dan integritas yang ada dalam masyarakat. Media berfungsi sebagai penjaga nilai-nilai tersebut dengan menekankan bahwa praktik politik uang bertentangan dengan moralitas dan etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Dengan demikian, komunikasi massa tidak hanya membantu melawan praktik curang dalam pemilu, tetapi juga untuk memastikan bahwa budaya politik yang bersih dan jujur tetap terjaga.

Dengan melihat berbagai fungsi tersebut, terlihat jelas bahwa komunikasi massa berperan penting dalam menolak politik uang dan membentuk pemilih yang berintegritas. Melalui penyebaran informasi, pengawasan, persuasi, hiburan, korelasi, serta pelestarian nilai-nilai lokal, media massa membantu menciptakan proses demokrasi yang lebih sehat dan berkualitas.

 

Penulis: Anisa Wulandari

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...