Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Di Kota Bengkulu Dianggap Efektif Cegah Perundungan di Sekolah
Kota Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, A. Gunawan, mengungkapkan bahwa kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah-sekolah Kota Bengkulu menjadi salah satu upaya strategis untuk mencegah terjadinya perundungan di kalangan pelajar. Menurutnya, melalui P5, nilai-nilai Pancasila diperkenalkan kepada siswa, dengan menekankan pentingnya saling menghargai antar teman di sekolah, serta mengenal dan menghormati budaya serta seni yang ada di Indonesia.
"Kegiatan P5 merupakan cara efektif untuk mencegah perundungan. Melalui program ini, anak-anak diajarkan untuk menghargai satu sama lain dan memahami pentingnya kebersamaan," ujar A. Gunawan dalam sebuah wawancara di Kota Bengkulu pada 27 November 2024.
Pemerintah Kota Bengkulu mendorong semua sekolah, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk menerapkan kegiatan P5 guna menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan harmonis. Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Bengkulu, Mukhtarimin, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, dengan memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui P5, siswa akan lebih memahami pentingnya saling menghargai dan toleransi, yang pada gilirannya akan mengurangi potensi perundungan.
"Melalui P5, kami mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan dan menyadari bahwa perbedaan tersebut adalah kekayaan bangsa Indonesia," kata Mukhtarimin.
Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk memperketat pengawasan di sekolah-sekolah guna mencegah perundungan. Pemkot juga berencana melakukan sosialisasi lebih lanjut mengenai perundungan, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Program sosialisasi ini tidak hanya akan dijalankan di sekolah-sekolah, tetapi juga di masyarakat, untuk melibatkan semua elemen dalam upaya menjaga keharmonisan dan saling peduli di lingkungan sosial.
A. Gunawan menambahkan, pengawasan perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Masyarakat diharapkan aktif melaporkan setiap potensi perundungan agar dapat mencegah trauma berlebih pada korban.
"Dengan keterlibatan semua pihak pemerintah, sekolah, dan masyarakat kami berharap kasus perundungan di Kota Bengkulu bisa diminimalisir," tutup A. Gunawan.
Reporter: Rahmita Dwi Kurnia
Editor: M Ichfan Widodo
- 250002 views
