Fenomena El Nino Mulai Merambah di Bengkulu
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Fenomena El Nino mulai terasa dampaknya oleh Masyarakat di Bengkulu. Ratusan hektar lahan sawah tadah hujan milik petani di Bengkulu kekeringan.
Sehingga petani tidak bisa menanam padi di lahan mereka.
Bagi petani yang sudah menanam padi sebelumnya, dikhawatirkan tanaman padi tidak berbuah maksimal bahkan bisa terjadi gagal panen.
Begitu juga dengan petani kelapa sawit di Bengkulu. Dampak el nino menyebabkan kelapa sawit ngetrek atau tidak berbuah.
Kondisi ini disebabkan kadar air dalam tanah terus menurun, akibatnya tanaman kelapa sawit kesulitan mendapatkan unsur hara sebagai makanan.
Sehingga pohon kelapa sawit tidak produktif. Fenomena El Nino yang disertai kemarau juga menyebabkan petani kesulitan memupuk tanaman kelapa sawitnya.
Kalaupun dipaksakan memupuk saat kondisi kemarau, pupuk sulit meresap ke tanah sehingga sulit diserap oleh tanaman.
Selain petani, Masyarakat di Bengkulu yang tinggal di dataran tinggi sudah banyak yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari.
Karena sumur gali yang ada di rumah mereka sudah kering.
Warga di Bengkulu mulai khawatir fenomena El Nino dan kemarau ini berlangsung lama.
Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak terhadap semua sektor.
Jika dilihat dari kondisi cuaca yang terjadi saat ini, tidak menutup kemungkinan musim kemarau ini akan berlanjut hingga akhir tahun.
Karena suhu udara pada siang dan malam hari belum menunjukkan tanda tanda bakal terjadi hujan.
Editor: Arif Dwi Septian
- 250020 views
