Skip to main content

Puluhan Pertashop di Mukomuko Tutup, Pengusaha di Ambang Bangkrut

Puluhan Pertashop di Mukomuko Tutup, Pengusaha di Ambang Bangkrut. Foto: JFS/Siberbengkulu.co

 

Mukomuko, Siberbengkulu.co — Puluhan outlet Pertamina Shop (Pertashop) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dilaporkan tidak lagi beroperasi. Para pelaku usaha Pertashop mengaku berada di ambang kebangkrutan akibat kebijakan Pertamina yang hanya mengizinkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dexlite.

Sementara itu, disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi menjadi persoalan utama. Harga Pertamax saat ini mencapai sekitar Rp14.000 per liter, sedangkan Pertalite yang disubsidi pemerintah masih dibanderol Rp10.000 per liter. 

Perbedaan harga sebesar Rp4.000 per liter ini dianggap membuat konsumen di pelosok desa lebih memilih membeli BBM subsidi secara eceran, yang banyak beredar di masyarakat.

Kondisi ini memperparah situasi pelaku usaha Pertashop yang pada dasarnya menyasar masyarakat pedesaan yang jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka pun kehilangan pangsa pasar utamanya.

Sangat merugikan sekali. Seharusnya Pertashop juga diizinkan menjual BBM subsidi. Kalau tidak ada solusi, kami bisa tutup semua,” ujar salah satu anggota Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) Provinsi Bengkulu, yang enggan disebutkan namanya.

Pihaknya meminta Pertamina, BPH Migas, dan kementerian terkait untuk duduk bersama mencari jalan keluar agar keberlangsungan usaha Pertashop di daerah dapat terjamin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak outlet Pertashop di Kabupaten Mukomuko saat ini terbengkalai dan ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak Pertamina Bengkulu masih terus dilakukan. (JFS)

 

Baca juga ...